Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (22 – 力挽狂澜/Membalikkan Situasi)

Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (22 – 力挽狂澜/Membalikkan Situasi)

Pada episode sebelumnya, kita telah menceritakan bagaimana Sun Quan memutuskan bergabung dengan Liu Bei untuk melawan Cao Cao. Keputusan ini diambil melalui pertimbangan yang benar-benar matang. Dan kita juga sudah menganalisis, bahwa orang yang membantu Sun Quan mengambil keputusan, bukanlah Zhuge Liang. Lalu apakah Zhuge Liang tidak membantu Sun Quan mengambil keputusan? Tidak juga. Zhuge Liang membantu. Bahkan saat mempersuasi Sun Quan, Zhuge Liang juga telah memberi masukan pertimbangan bagi Sun Quan. Pertama, dalam keadaan genting, kita tidak boleh ragu dan bimbang. Bimbang hanya akan mengakibatkan kecelakaan di kemudian hari. Kedua, Sun Quan punya kekuatan, Liu Bei punya sisa kekuatan. Bila bergabung, pasti bisa mengalahkan Cao Cao. Tentang bagaimana konkritnya hal ini, akan kita bahas nanti. Ketiga, apabila berhasil mengalahkan Cao Cao, akan tercipta keadaan tiga negara. Ini sama-sama menguntungkan bagi kedua kubu.

Problem dalam Masukan Zhuge Liang

Namun menurut prof. Yi, perhitungan Zhuge Liang ini masih menyisakan problem, atau belum lengkap. Pertama, Sun Quan tidak boleh ragu. Tetapi Zhuge Liang belum memberikan masukan untung rugi masing-masing pilihan. Ia hanya mengatakan keuntungan melawan Cao Cao. Tetapi ia tidak menjelaskan bagaimana untung ruginya jika menyerah kepada Cao Cao. Jika menyerah kepada Cao Cao memiliki keuntungan lebih besar daripada melawan Cao Cao, bukankah lebih baik menyerah saja? Kedua, jika menang lawan Cao Cao, Zhuge Liang sudah menjelaskan keuntungannya, yakni tercipta kondisi tiga negara yang stabil. Tetapi jika kalah, apa yang akan terjadi? Zhuge Liang tidak bilang.

Lalu apakah ini berarti Zhuge Liang tidak memikirkan hal itu? Bukankah seorang ahli strategi pasti akan mempertimbangkan semua kemungkinan skenario? Zhuge Liang dalam hal ini juga pasti mempertimbangkan semuanya. Zhuge Liang pasti sudah memikirkan juga kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Lalu mengapa Zhuge Liang tidak mengatakannya?

Jawabannya karena ia tak bisa.

Saat ini pasukan Cao Cao sudah datang dengan bertubi-tubi. Sama sekali tidak bisa tidak bergabung dengan Sun Quan. Gagal bergabung dengan Sun Quan, sama dengan hancurnya kubu Liu Bei. Misi ini tidak boleh gagal. Maka Zhuge Liang pun tak boleh mengatakan kemungkinan-kemungkinan terburuk. Ia harus mampu memegang erat Sun Quan.

Tetapi, apakah Sun Quan tidak mengetahui hal ini? Tak mungkin seorang Sun Quan tidak merasa bahwa masukan Zhuge Liang ini belum lengkap. Ia pasti tahu. Pertanyaannya, mengapa ia tidak bertanya lebih lanjut kepada Zhuge Liang?

Hanya ada satu kemungkinan. Sebelum Sun Quan bertemu Zhuge Liang, sudah ada orang yang memberi masukan kepada Sun Quan, bahkan masukan ini sudah lengkap. Sun Quan sudah punya dasar pertimbangan. Sehingga ia tak perlu bertanya lagi kepada Zhuge Liang.

Siapakah orang ini?

Lu Su.

Surat Cao Cao

Mengapa Lu Su? Sebab Lu Su adalah peletak dasar strategi kubu Wu. Di episode tentang Longzhong kita sudah membahas hal ini. Strategi Lu Su ini terdiri dari tiga langkah: pertama, menjaga keamanan daerah Wu; kedua, merebut Jingzhou dan Yizhou, membagi negara menjadi dua bagian; ketiga, saat kondisi memungkinkan, melancarkan serangan ke utara, menyatukan negara.

Dengan meninggalnya Liu Biao, maka kondisi tiga negara versi Lu Su pun menjadi tidak cocok lagi. Dengan meninggalnya Liu Biao, maka Jingzhou kalau tidak direbut Cao Cao, akan direbut Liu Bei. Hal ini membuat Lu Su panik, sehingga ia pergi ke Dangyang untuk mengamati situasi.

Saat ini, jika Sun Quan dan Liu Bei tidak berhasil membentuk aliansi, Zhuge Liang pasti akan panik. Begitu juga Lu Su. Bahkan Lu Su akan lebih panik. Dalam situasi ini, tiba-tiba Cao Cao menulis sepucuk surat kepada Sun Quan. Isinya mengancam Sun Quan, bahwa sebentar lagi Cao Cao dengan armada air 800.000 orang prajurit, akan menyerang Wu. Begitu surat ini sampai di Wu, hampir seluruh orang di sana ketakutan bukan main.

Surat Cao Cao ini adalah kuncinya. Surat ini merupakan titik balik keadaan. Kita tahu sebelumnya, bahwa ekspedisi Cao Cao ke selatan adalah untuk menyerang Liu Bei. Namun dengan munculnya surat ini, jelas bahwa Cao Cao hendak menyerang Sun Quan juga. Perang Cao Cao vs Liu Bei pun berubah menjadi Cao Cao vs Sun Quan. Maka surat ini merupakan suatu titik penting. Sebelumnya Sun Quan cukup menjadi penonton, karena perang ini bukan perangnya. Tetapi dengan datangnya surat ini, keadaan menjadi lain. Sun Quan tak bisa jadi penonton lagi.

Maka kita perlu menjelaskan tiga hal.

Pertama, apakah Cao Cao memang menulis surat ini?

Surat ini tidak ditemukan dalam isi Records of the Three Kingdoms. Ia tercantum pada anotasi Pei Songzhi untuk Records of the Three Kingdoms. Anotasi ini merujuk pada Jiang Biao Zhuan, sebuah karya dari dinasti Jin. Pertanyaannya, apabila Cao Cao memang menulis surat ini, seharusnya Chen Shou (penulis Records of the Three Kingdoms) pasti akan menuliskannya. Sebab ini adalah hal yang penting.

Kedua, mengapa Cao Cao perlu menulis surat ini?

Ketika Cao Cao melancarkan serangan ke selatan. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, Sun Quan membunuh Liu Bei. Dalam hal ini, Cao Cao tak perlu menulis surat semacam ini (karena lawannya memang tersisa Sun Quan saja). Kemungkinan kedua, Sun Quan dan Liu Bei berhasil membangun aliansi. Di sini Cao Cao juga lebih tak perlu lagi menulis surat kepada Sun Quan. Sebab dengan adanya surat ini, malah akan mendorong terciptanya aliansi Sun Quan – Liu Bei.

Ada orang menilai, surat ini adalah surat intimidasi, untuk menakut-nakuti Sun Quan. Dari segi isi, memang kelihatannya demikian. 800.000 prajurit armada air ini sudah pasti adalah bilangan yang dilebih-lebihkan. Dan teori ini cukup masuk akal. Tetapi, melakukan intimidasi semacam ini, bukannya malah kontraproduktif? Artinya juga sama, malah mendorong Sun Quan dan Liu Bei melakukan aliansi.

Maka cuma ada satu kesimpulan, Cao Cao menulis surat ini karena ia benar-benar mau menyerang Sun Quan, bukan sekedar intimidasi.

Ketiga, kapankah surat ini sampai di tangan Sun Quan?

Jasa Lu Su

Seharusnya adalah ketika Zhuge Liang dan Lu Su sampai di Chaisang. Di dalam buku Zizhi Tongjian juga ditulis seperti itu. Tetapi analisis prof. Yi menyatakan, Sun Quan bukan menemui Zhuge Liang terlebih dulu. Namun Sun Quan mengadakan pertemuan internal terlebih dahulu. Dalam pertemuan ini, muncullah suara-suara mendesak Sun Quan untuk menyerah. Hampir semua mengusulkan menyerah kepada Cao Cao. Hanya satu orang tidak bersuara. Lu Su. Di tengah kebuntuan rapat itu, Sun Quan keluar dari ruangan. Saat inilah, Lu Su ikut keluar. Sun Quan pun mengerti, Lu Su hendak mengatakan sesuatu padanya. Dan perkataan Lu Su ini tak dapat disampaikan di depan umum.

Lu Su mengatakan, menyerah kepada Cao Cao atau tidak, harus melihat dulu siapa yang menyerah. Contohnya saya, Lu Su, boleh-boleh saja menyerah. Tetapi tuanku Sun Quan, Anda tidak boleh menyerah. Mengapa? Lu Su jika menyerah, paling-paling akan kembali ke kampung halaman, menjadi rakyat biasa. Menjadi rakyat biasa, suatu saat boleh mengikuti ujian menjadi pejabat kembali. Meniti karir di pemerintahan kembali. Dan pada akhirnya dapat mencapai jabatan tinggi kembali. Jadi tidak masalah bagi orang seperti Lu Su untuk menyerah. Tetapi Sun Quan, jika menyerah kepada Cao Cao, akan pergi ke mana? Adakah ‘rumah’ bagi Sun Quan setelah ia menyerah?

Kalimat inilah yang menembus hati Sun Quan.

Hal inilah yang paling menjadi beban pikiran Sun Quan. Inilah yang dimaksud dengan keuntungan kubu, dan juga keuntungan personal.

Maka Sun Quan tergugah dan menerima masukan Lu Su.

Perkataan Lu Su inilah yang tak dapat diucapkan oleh Zhuge Liang. Bukan karena Zhuge Liang kurang mampu berdiplomasi, melainkan karena posisi dan statusnya. Zhuge Liang bukan bawahan Sun Quan. Hanya orang sendiri seperti Lu Su lah, yang telah membangun rencana strategis bagi Wu, yang dapat mengatakannya. Hanya orang dekat seperti Lu Su lah yang bisa membangun percakapan ini dan menyentuh hati Sun Quan.

Apakah ada bukti bahwa Lu Su yang memberikan masukan strategi ini?

Sejarah mencatat ada tiga bukti.

Pertama, setelah perang Chibi, Sun Quan menyambut kepulangan Lu Su dengan penyambutan yang sangat agung. Saat itu, Lu Su berkata, ia merasa tidak puas dengan sambutan megah seperti itu. Ia menyatakan, suatu hari nanti, ketika tuanku (Sun Quan) sudah menyatukan negara ini, silakan kirim saja sebuah kereta kecil untuk menyambut saya, saat itulah baru saya merasa sangat puas. Sun Quan mendengar ini, tertawa terbahak-bahak. Apa maksudnya? Sun Quan setuju dengan perkataan Lu Su, karena sesuai dengan keinginan hatinya untuk menjadi kaisar.

Kedua, saat Sun Quan mengangkat diri sebagai kaisar. Saat itu Lu Su sudah meninggal. Ketika Sun Quan hendak naik ke altar, ia berhenti di tengah dan menghadap kepada para hadirin sambil berkata, kalian tahu tidak, Lu Su dari awal sudah memprediksi hari ini akan tiba.

Ketiga, setelah Sun Quan mengangkat diri sebagai kaisar. Ketika itu, Zhang Zhao, yang menyarankan Sun Quan untuk menyerah, memberikan ucapan selamat. Sun Quan menyela ucapan dari Zhang Zhao, sembari mengatakan bahwa kalau dulu ia mendengarkan saran Zhang Zhao, ia tidak akan bisa jadi kaisar seperti sekarang ini.

Ketiga hal ini membuktikan bahwa yang menggerakkan hati Sun Quan untuk membulatkan tekad beraliansi dengan Liu Bei, adalah ucapan Lu Su.

Baik. Sudah diputuskan untuk tidak menyerah kepada Cao Cao. Tidak menyerah, berarti membangun aliansi dengan Liu Bei. Membangun aliansi dengan Liu Bei, harus mempertimbangkan apakah Liu Bei layak dijadikan partner?

Nah, pertanyaan ini harus ditanyakan kepada siapa?

Zhuge Liang.

Pertanyaan ini tak bisa dijawab oleh Lu Su. Hanya bisa dijawab oleh Zhuge Liang.

Kesimpulan

Maka jika kita uraikan dari awal, urutan peristiwa yang benar seharusnya adalah, Lu Su dan Zhuge Liang bersama-sama menuju ke Chaisang dari Xiakou. Dan saat itu pula surat Cao Cao tiba (dalam hal ini kita tidak tahu apakah Cao Cao benar-benar menulis surat ini, namun toh ada atau tidak ada surat, akhir dari rangkaian peristiwa ini akan tetap sama), atau saat itu keadaan di Wu pun sudah gawat dan ketakutan. Cao Cao sudah sedemikian dekatnya. Ia tidak berencana menyerang Sun Quan sekalipun, pada akhirnya juga akan menyerang Sun Quan.

Setelah mendapat kabar ini, Sun Quan terlebih dahulu mengumpulkan bawahannya untuk rapat internal. Dan terjadilah pembicaraan dengan Lu Su tersebut. Lu Su selain berhasil menyentuh hati Sun Quan, sebenarnya juga membantu Sun Quan melihat masalah dari sisi yang lain. Sebelumnya, Sun Quan bimbang, tak mampu mengambil pilihan harus membantu Liu Bei atau tidak. Lu Su mengganti permasalahan, bukan masalah bantu tidak bantu Liu Bei, tetapi menyerah kepada Cao Cao atau tidak. Setelah memastikan tidak menyerah, baru bisa memutuskan bergabung dengan Liu Bei atau tidak. Di sini baru bertanya ke Zhuge Liang.

Maka kita simpulkan bahwa aliansi Sun Quan – Liu Bei terutama adalah berkat jasa dari Lu Su. Dan hal ini memang sudah dicatat dalam sejarah. Pei Songzhi memberikan catatan mengenai hal ini dalam Records of the Three Kingdoms.

Layak atau tidak bergabung dengan Liu Bei, Zhuge Liang lah yang membantu memberikan pertimbangan. Dan Zhuge Liang juga memberikan sebagian masukan dalam hal militer tentang bagaimana mengalahkan Cao Cao.

Namun masih ada satu bagian lagi, yaitu dari kubu Wu sendiri, apakah memang bisa menandingi dan mengalahkan Cao Cao? Ada satu orang lagi dari kubu Sun Quan yang memberikan pertimbangan untuk hal ini.

Siapakah dia? Kita nantikan di episode selanjutnya.

 

 

There are 8 comments for this article
  1. qodo at 12:42 pm

    berarti lu su ini lebih berbakat di sejarahnya jika dibandingkan novelnya ya boss? satu orang lagi yang akan mempertimbangkan aliansi sun dan liu itu zhou yu palingan hahha ketebak ya bro

  2. qodo at 8:04 am

    berarti perbedaan bahasa versi klasik sama modern yg digunakan sekarang emang beda jauh ya bro?
    wah bro kan keturunan tionghoa siapa tau di tiongkok sana punya sodara yg ahli sama bahsa versi klasik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *