Belajar Bahasa Tionghoa Dengan Online Chat

Belajar bahasa Tionghoa di luar negara Tiongkok, kadang terbentur dengan kendala tidak adanya lingkungan bahasa yang mendukung. Sedikitnya pemakai bahasa Tionghoa di Indonesia juga memberikan kendala tersendiri, karena tidak adanya lawan bicara yang mendukung pembelajar untuk berlatih. Namun dengan bantuan teknologi, internet pada khususnya, kita bisa menggunakan medium online chatting untuk menciptakan lingkungan bahasa sendiri.

Ada beberapa situs yang mirip dengan media sosial, tetapi spesifik bagi pembelajar bahasa. Di antaranya:

sharedtalk.com

italki.com

livemocha.com

mylanguageexchange.com

friendsabroad.com

Dan masih banyak lagi, anda bisa melakukan pencarian sendiri di internet.

Salah satu situs yang menurut saya cukup bagus dan sudah saya coba adalah sharedtalk. Situs ini memiliki tampilan yang sederhana, anda tinggal melakukan registrasi singkat, kemudian anda bisa langsung ngobrol dengan para pembelajar bahasa di sana. Situs ini memiliki fasilitas chat yang cukup cepat, baik text chat maupun voice chat. Saya sudah mencoba keduanya, dan voice chatnya berjalan cukup lancar dengan suara yang jernih. Anda tentu bisa menggunakan media chatting yang lain bersama teman ngobrol anda.

Kemarin saya sempat mencoba menggunakan voice chat ini di dalam kelas bahasa Tionghoa yang saya ajar, kami ngobrol dengan seorang gadis dari Xi’an. Dan meski kita tidak punya waktu banyak, tetapi obrolan ini cukup membuat para siswa saya tertarik dan antusias, karena ini merupakan pengalaman yang baru bagi mereka, dan sekaligus merupakan kesempatan yang sangat baik untuk berlatih dan menggunakan bahasa Tionghoa yang sedang mereka pelajari. Saya berencana untuk eksplor lebih lanjut di kelas-kelas lain yang saya ajar.

Banyak orang Tiongkok yang sedang belajar bahasa Inggris. Jika anda seorang yang menguasai bahasa Inggris dan sedang belajar bahasa Tionghoa, ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk saling belajar. Saya sendiri sudah mencoba bercakap-cakap dengan beberapa orang Tiongkok secara online, dan mereka merespons dengan sangat baik dan ramah.

Jadi, silakan dicoba!

There are 6 comments for this article
    • admin Author at 9:05 am

      Fahri,
      “Keshi”, “danshi” dan “buguo” semuanya merupakan kata penghubung yang menandakan “pembelokan” dari anak kalimat di depan.

      “Keshi” dan “danshi” punya arti yang sama, yakni “tetapi”. “Keshi” lebih banyak digunakan dalam bahasa lisan.
      Contoh: 他虽然没学习,但是考试考得好。

      “Buguo” juga punya arti “tetapi”, namun derajatnya lebih ringan. Kadang bisa diartikan menjadi “hanya saja”.
      Contoh: 小王工作很积极,不过有时候比较主观。

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>