Sastra Kuno Tiongkok–15 Bagian Guo Feng(Angin Negara)

Orang Tiongkok ketika membicarakan “Shi Jing”, seringkali yang dibicarakan adalah bagian Shi Jing yang dinamakan “Guo Feng”(Angin Negara). Syair romantis di dalam “Guo Feng” memiliki beragam corak, ada yang berbicara tentang kesetiaan yang mendalam, kebebasan, kesederhanaan, semuanya tergambar natural, tidak ada gambaran kesedihan yang palsu.

Syair pembuka Shi Jing adalah Syair Zhou dan Selatan(Zhou Nan), Guan Ju, yaitu tentang pria dan wanita:

Guan guan bunyi burung Ju Jiu,

di daratan sungai,

wanita muda nan anggun santun dan sederhana,

adalah pasangan serasi bagi pangeran.

Syair ini, mungkin adalah salah satu kalimat syair paling terkenal di Tiongkok. Membicarakan Shi Jing, orang pasti akan membayangkan syair ini. “Ju Jiu” adalah burung yang hidup di perairan, ahli Neo-Konfusianisme dinasti Song, Zhu Xi, memfokuskan pada “kesetiaan’ burung Ju Jiu—yaitu ketika pasangannya mati, burung itu juga tidak akan hidup. Namun jika melihat pandangan Konfusianisme ortodoks sejak dinasti Han, mereka berpendapat syair ini adalah tentang “pujian bagi moral seorang permaisuri”. Zhu Xi sebenarnya juga membicarakan tentang “kesetiaan” seorang wanita, yaitu bagaimana wanita tidak menikah lagi jika ditinggal mati suami, atau bunuh diri setelah ditinggal mati suami, yang merupakan ciri khas Neo-Konfusianisme pada dinasti Song.

Pembicaraan tentang “kesetiaan” burung Ju Jiu semuanya adalah “interpretasi berlebihan” oleh orang terhadap syair Guan Ju. Di masa pengarang syair ini, mungkin yang paling mendasari penulisan syair hanyalah penyampaian perasaan cinta terhadap orang yang dicintai. Meskipun kita hari ini belum bisa memastikan “Ju Jiu” adalah burung yang seperti apa, namun bisa dibayangkan, burung ini adalah burung yang hidup berpasangan jantan dan betina, mempunyai relasi yang erat satu sama lain. Penyair melihat “hubungan cinta” antara burung, tak terasa membangkitkan perasaan cinta dan rindu pada diri sendiri. Maka ia melantunkan syair: “Guan guan” bunyi bersahutan burung Ju Jiu, di atas tanah pasir kecil di tengah sungai; wanita yang cantik dan tenang, adalah pasangan serasi buat saya. Berikutnya syair ini mengekspresikan perasaan dirinya terhadap wanita, bagaimana ia begitu rindu, memimpikan suatu hari nanti bisa mendapatkan hati wanita ini.

Syair romantis di dalam Shi Jing sangat bervariasi, di antaranya tema yang sering muncul adalah perasaan berharap namun tidak kesampaian terhadap orang yang dicintai. Tema ini juga adalah yang paling mengharukan, meninggalkan banyak kesan bagi orang di zaman selanjutnya. Misalnya syair Guan Ju, syair Jian Jia.

Syair Jian Jia di bagian Qin Feng:

Alang-alang dan gelagah begitu hijau,

embun putih berubah menjadi embun beku.

Dia yang aku pikirkan,

sedang berada di antara air.

Aku pergi ke hulu mencari dia,

tapi jalannya panjang dan sulit.

Aku pergi ke hilir mencari dia,

Dan lihatlah! Dia ada di tengah-tengah air.

Jian Jia adalah sejenis tumbuhan alang-alang. Filsuf Perancis, Pascal, berkata “manusia adalah alang-alang yang bisa berpikir”, menyatakan kerapuhan manusia. Syair Jian Jia, menggunakan tanaman “Jian Jia” sebagai ide. Alang-alang yang rapuh bergoyang-goyang di tepi air di musim gugur, kekasih kelihatannya berada di tepi sana, saat saya mencoba mendekat, mendapati jalan begitu panjang, namun kekasih bagaikan selamanya berada di “tengah-tengah air”. Syair ini melukiskan kerinduan terhadap kekasih, mungkin mereka pernah saling jatuh cinta, namun sekarang terpisah oleh sungai, suasana musim gugur yang berkabut dan suram melekat erat dengan suasana perasaan penyair.

Tentu, isi dari Guo Feng sangat luas, di antaranya masih ada banyak syair tentang pertanian, peperangan. Misalkan Qi Yue(bulan ketujuh) dari bagian Bin Feng. Syair ini adalah syair terkenal berkaitan dengan kehidupan petani, melukiskan kerja keras mereka selama satu tahun.

Dibandingkan dengan bagian “Ya” dan “Song”, bahasa pada bagian Guo Feng lebih mendekati bahasa sehari-hari. Sajak empat huruf yang kaku di dalam “Ya” dan “Song” pun berubah menjadi lincah. Di dalam Guo Feng masih ada banyak kalimat syair yang indah, cerdik dan terbuka, juga mengandung perasaan yang luas dan dalam.

(Diterjemahkan dari Overseas Chinese Language and Culture Education Online)

There are 2 comments for this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *