Gongshou / Zuoyi – Penghormatan Tradisional ala Tionghoa

Gongshou / Zuoyi – Penghormatan Tradisional ala Tionghoa

“Gongshou” (拱手), juga disebut “gong” (拱), “zuoyi” (作揖). Merupakan tata krama dalam interaksi di kalangan etnis Han dan sebagainya. Saat bertemu, kedua tangan saling memeluk dan diangkat di depan badan, memberi hormat kepada lawan bicara. Di zaman purba, tradisi ini sudah ada. Pada mulanya kemungkinan adalah meniru tangan budak yang terbelenggu, yang berarti kita bersedia menjadi budak si lawan bicara, bersedia diperintah.

Saat ini, meski jabat tangan ala budaya Barat telah populer di Tiongkok, namun tradisi gongshou ini masih dilakukan. Terutama saat perlombaan wushu, penampilan kesenian dan sebagainya.

Beberapa orang menyebutkan bahwa sebenarnya gongshou memiliki kelebihan daripada jabat tangan: pertama, karena tangan kita tidak bersentuhan dengan tangan lawan bicara, maka gongshou lebih higienis daripada jabat tangan. Kedua, lebih praktis. Memberi hormat kepada ratusan atau bahkan ribuan orang, cukup dengan melakukan gongshou satu kali. Apabila kita berjabat tangan, harus menjabat tangan orang satu per satu. Ketiga, keindahan. Postur tubuh saat melakukan gongshou lebih gagah dan elegan dibandingkan dengan berjabat tangan. Keempat, lebih bebas. Jabat tangan memerlukan kerjasama kedua belah pihak, barulah jabat tangan itu dianggap telah dilakukan. Sering kita menjumpai atau bahkan mengalami sendiri, kita sudah mengulurkan tangan namun lawan bicara kita tidak melihatnya, sehingga jabat tangan tidak terjadi dan kita merasa canggung. Gongshou tidak memerlukan balasan dari lawan bicara. Kita bebas mau melakukan gongshou kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.