Kehidupan Primitif dan Teknik Bela Diri Adalah Cikal Bakal Teknik Akrobat

Kehidupan Primitif dan Teknik Bela Diri Adalah Cikal Bakal Teknik Akrobat

Kira-kira pada zaman neolitik, teknik akrobatik di Tiongkok sudah mulai ada. Orang-orang di zaman itu dalam teknik berburu binatang serta mempertahankan diri, telah menciptakan seperangkat teknik bela diri dan kemampuan olah tubuh yang luar biasa. Saat mereka beristirahat maupun bersantai, mereka menampilkan kembali kehebatan mereka saat berburu, sehingga menjadi sejenis hiburan bersifat penampilan akrobatik. Ini kemudian menjadi seni akrobat awal.

Dunia akrobat mengatakan bahwa acara akrobat di Tiongkok yang paling awal adalah “bumerang”. Ini menggunakan bilah kayu yang dibentuk seperti tanda +, digunakan untuk berburu. Para pemburu suku-suku primitif sering menggunakan alat ini untuk menangkap binatang buruan. Dan dalam perkembangan selanjutnya, mereka menemukan bentuk tanda + yang berbeda, di bawah pengaruh kekuatan angin, dapat membuatnya “terbang kembali”. Sehingga alat ini menjadi sebuah alat yang ditampilkan pada acara hiburan saat mereka berpesta.

Banyak acara dalam seni akrobat berasal dari teknik-teknik dalam kehidupan, merupakan pemurnian dari keahlian bela diri, serta proses menjadikannya sebagai sebuah seni. Acara “Bumerang” hingga kini masih diwariskan turun-temurun. Dalam festival “Nadamu” di Mongolia, selain acara balap kuda dan gulat, juga ada lomba “bumerang”, yang dilombakan berdasarkan jauh dekat sasaran serta ketepatan membidik sasaran.

Para pemain akrobat menggunakan teknik berburu “bumerang”, ditambah dengan unsur seni, menjadi sebuah acara seni yang menakjubkan. Acara ini hingga kini ditampilkan di panggung, dan sangat digemari banyak orang.

Karena seni akrobat berasal dari beragam sumber, serta berbagai bidang kehidupan yang kaya warna, “za” (kompleks) menjadi karakteristik utamanya. Sehingga muncullah istilah “zaji” (akrobat) di dalam sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.