Pepatah Rakyat yang Menarik

Pepatah Rakyat yang Menarik

Pepatah yang beredar turun-temurun di masyarakat, semuanya memiliki asal-usul. Menyelidiki asal-usul pepatah-pepatah ini sangatlah menyenangkan.

“Memecahkan periuk bertanya hingga tuntas”/da po shaguo wen daodi, ini adalah pepatah yang seringkali diucapkan. Periuk dibuat dari tanah liat, kebanyakan digunakan untuk memasak obat atau kuah panas di musim dingin. Periuk ini mudah pecah apabila tidak hati-hati, dan sekali pecah ia akan pecah sampai tuntas. “Memecahkan periuk bertanya hingga tuntas” sebenarnya berasal dari “Memecahkan periuk retakannya tuntas”. Karena garis retakan / wen mirip dengan bertanya / wen, maka kemudian berkembang menjadi “bertanya hingga tuntas”.

“Menikah dengan ayam ikut ayam, menikah dengan anjing ikut anjing” / jia ji sui ji, jia gou sui gou, pepatah ini berasal dari “menikah dengan pengemis ikut pengemis, menikah dengan orang tua ikut orang tua” / jia qi sui qi, jia sou sui sou, yang artinya seorang wanita sekalipun menikah dengan pengemis atau dengan orang yang sudah tua, harus mengikuti suaminya seumur hidup. Kemudian, pepatah ini pelafalannya berubah menjadi jia ji sui ji, jia gou sui gou.

“Tiga orang tukang sepatu rendahan melampaui Zhuge Liang” / san ge chou pi jiang ding ge Zhuge Liang, berarti pikiran tiga orang biasa, bila digabungkan akan mengalahkan jeniusnya Zhuge Liang, seorang ahli militer dan politik di masa Tiga Negara. Sebenarnya, tukang sepatu dan Zhuge Liang tidak ada hubungannya. “pijiang” / tukang sepatu di sini berbunyi sama dengan pijiang yang artinya wakil jenderal. Maksudnya pemikiran tiga orang wakil jenderal, dapat mengalahkan seorang Zhuge Liang. Belakangan orang pun mengganti istilah pijiang ini menjadi pijiang yang berarti tukang sepatu.

Wangbadan” adalah pepatah untuk mengumpati orang lain. “Ba dan” / delapan telur, bunyinya mirip dengan ba duan, yang di zaman kuno artinya adalah delapan hal: “bakti, persaudaraan, setia, percaya, tata krama, integritas, bersih, malu”. Ini adalah delapan dasar dari sikap manusia. Apabila melupakan delapan hal ini, maka sama dengan lupa menjadi manusia. Mereka yang melupakan ba duan ini layak untuk diumpati wang ba duan / lupa ba duan. Lama-kelamaan, pelafalannya berubah menjadi wang ba dan / raja delapan telur.

Leave a Reply

Your email address will not be published.