Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (13 – 青梅煮酒/Cao Cao Berbincang tentang Pahlawan bersama Liu Bei)

Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (13 – 青梅煮酒/Cao Cao Berbincang tentang Pahlawan bersama Liu Bei)

Liu BeiDi episode sebelumnya, sudah dijelaskan bagaimana Cao Cao sangat terampil memakai orang. Cao Cao dapat dengan jitu menyelami diri orang lain, mengetahui watak dan tabiatnya. Cao Cao tidak menganggap pemimpin-pemimpin seperti Yuan Shu dan Yuan Shao, ia malah memperhatikan Liu Bei. Bahkan Cao Cao pernah mengeluarkan kalimatnya yang terkenal kepada Liu Bei, “Sekarang ini, pahlawan di dunia hanyalah Anda dan saya.” Adegan ini diramu menjadi sebuah jalinan kisah yang sangat menarik di dalam Romance of The Three Kingdoms (Minum Arak Plum sambil Membicarakan Pahlawan). Kira-kira ceritanya seperti ini: Mertua dari kaisar Han Xiandi, Dong Cheng, mendapatkan perintah rahasia dari kaisar Xiandi untuk membunuh Cao Cao. Maka Dong Cheng pun mengumpulkan orang-orang yang sejalan dengannya, untuk bersama-sama menjalankan misi rahasia ini. Salah satunya adalah Liu Bei. Mereka sama-sama berjanji di atas darah, sepakat membunuh Cao Cao. Liu Bei juga berkata kepada Dong Cheng, bahwa misi ini harus dijaga kerahasiaannya, jangan sampai Cao Cao tahu.

Tak disangka, suatu hari ketika Liu Bei sedang berkebun di rumahnya, Cao Cao tiba-tiba mengutus orang mengundang Liu Bei ke kediamannya. Begitu sampai di kediaman Cao Cao, Cao Cao langsung berkata pada Liu Bei, “Jenderal, Anda di rumah mengerjakan pekerjaan yang besar!”. Kalimat ini membuat Liu Bei kaget bukan kepalang. Baru Cao Cao kemudian melanjutkan, “Kenapa Anda berkebun di rumah?” Ternyata Cao Cao hanya berbasa-basi, maksud Cao Cao adalah menyindir pekerjaan berkebun yang dilakukan Liu Bei. Lalu Cao Cao melanjutkan bercerita pengalamannya dulu ketika berperang, saat itu pasukan kehabisan air dan kehausan. Cao Cao berkata kepada pasukannya bahwa di depan sana ada hutan buah plum. Anak buahnya mendengar hal ini langsung bersemangat kembali, dan meneteskan air liur, berharap bisa segera mendapatkan buah plum. Saat ini, kebetulan juga sedang musim buah plum masak, maka Cao Cao mengundang Liu Bei untuk minum arak dari buah plum tersebut.

Saat mereka berdua sedang minum, tiba-tiba langit menjadi gelap dan muncul banyak awan. Cao Cao kemudian berkata, bahwa awan menandakan ada naga, angin menandakan ada harimau. Naga yang juga berkarakter pahlawan, membuat Cao Cao kemudian bertanya/berdiskusi tentang pahlawan dengan Liu Bei. Ia bertanya kepada Liu Bei, “Menurut Anda, saat ini siapakah yang pantas disebut pahlawan?” Liu Bei menyebutkan Yuan Shu, Yuan Shao, dan lain-lainnya, namun semuanya dianggap bukan pahlawan oleh Cao Cao. Lalu Cao Cao menunjuk Liu Bei, kemudian menunjuk dirinya, sambil berkata, “Di dunia saat ini, pahlawan hanyalah Anda dan saya.” Saat itu Liu Bei sedang makan, saking kagetnya mendengar perkataan Cao Cao ini, sumpit yang dipegangnya jatuh ke lantai. Cao Cao yang keheranan, bertanya padanya kenapa begitu kaget. Kebetulan saat ini ada bunyi guruh yang menggelegar, maka Liu Bei menjawab ia kaget karena mendengar suara guruh.

Sesampainya di tempat tinggalnya, Liu Bei segera mengajak Guan Yu dan Zhang Fei untuk meninggalkan tempat itu. Sebab Liu Bei tahu, maksud kalimat Cao Cao tadi adalah bahwa suatu saat nanti, yang saling memperebutkan wilayah kekuasaan di negara itu adalah Cao Cao dan Liu Bei. Maka Liu Bei merasa tidak bisa lagi tinggal di tempat Cao Cao.

Kira-kira seperti inilah bagian kisah 青梅煮酒qingmeizhujiu/”Cao Cao Berbincang tentang Pahlawan bersama Liu Bei” yang terkenal itu. Di dalam Romance of the Three Kingdoms, dilihat dari sudut pandang sastra, bagian ini ditulis dengan sangat memikat. Sedangkan dari sudut pandang sejarah, menurut prof. Yi, latar belakang peristiwa ini (persekutuan hendak membunuh Cao Cao) secara garis besar memang terjadi, sebab di San Guo Zhi, tercatat peristiwa itu.

Lalu prof. Yi membahas kalimat Cao Cao kepada Liu Bei. Dengan akal sehat tentunya kita akan berpikir, apabila memang pahlawan di dunia ini hanyalah Cao Cao dan Liu Bei saja, maka seharusnya Cao Cao harus segera memusnahkan Liu Bei, untuk mengantisipasi nantinya Liu Bei akan menjadi musuh terbesarnya. Atau paling tidak menjadikan Liu Bei sebagai tawanan. Lalu kenapa ia malah melepaskan Liu Bei? (Liu Bei setelah mendengar kalimat Cao Cao ini, melarikan diri dengan alasan hendak menangkal serangan Yuan Shu, dan bahkan Cao Cao meminjamkan pasukan kepada Liu Bei). Bila kita melihat karakter Cao Cao yang cerdik, seharusnya ia tidak mungkin bisa melakukan hal yang bodoh seperti ini bukan? Maka bila ditarik mundur lagi ke depan, kita akan merasa keseluruhan cerita ini sangat diragukan kebenarannya.

Namun prof. Yi berani menyimpulkan, pertama, Liu Bei memang adalah pahlawan. Dan kedua, Cao Cao memang mengatakan kalimat itu. Prof. Yi membahas hal pertama terlebih dulu. Liu Bei apakah memang pahlawan? Banyak orang tidak terima kalau Liu Bei dikatakan sebagai pahlawan. Ini tentu juga akibat pengaruh Romance of the Three Kingdoms. Karena di novel itu, kesan kita tentang Liu Bei adalah Liu Bei seorang pengecut, yang hanya bisa menangis dan melarikan diri. Namun ini tidak benar. Pertama karena Liu Bei tentu tidak hanya bisa menangis dan melarikan diri. Kedua, menangis dan melarikan diri juga tidak identik dengan pengecut. Sebab kita perlu melihat alasan Liu Bei menangis, dan alasan Liu Bei melarikan diri. Bahkan Cao Cao pun menangis dan melarikan diri. Kita ingat suatu kali Cao Cao melarikan diri dan bahkan dipinjami kuda oleh Cao Hong untuk itu. Dan waktu Guo Jia meninggal, Cao Cao juga menangis. Namun bagaimana pun, citra Liu Bei tetap membuat kita merasa dia tidak seperti pahlawan.

Ada empat hal yang menggambarkan Liu Bei tidak seperti pahlawan. Pertama, Liu Bei tidak mempunyai pasukan yang besar dan kuat. Liu Bei sering kali meminjam tentara, bahkan pernah meminjam jenderal (Zhao Yun). Kedua, Liu Bei tidak memiliki basis wilayah kekuasaan yang tetap. Dia selalu terombang-ambing kesana kemari. Ketiga, Liu Bei tidak memiliki keberhasilan yang berarti dalam peperangan. Keempat, Liu Bei juga tidak memiliki ketenaran yang cukup. Ini jelas terlihat saat Yuan Shu berkata bahwa selama hidupnya ia belum pernah mendengar tentang Liu Bei. Saat Kong Rong meminta bantuan pada Liu Bei, Liu Bei sendiri pun keheranan, Kong Rong ternyata mengenali dirinya. Namun herannya, dengan empat kelemahan ini, Liu Bei kemanapun pergi, selalu diterima dan dihormati. Contohnya, saat Liu Bei bergabung dengan Cao Cao. Cao Cao memberikan perlakuan yang sangat istimewa, yakni naik kereta yang sama dengan Cao Cao, duduk di posisi kursi yang sama dengan Cao Cao. Saat Liu Bei bergabung Yuan Shao, Yuan Shao datang menyambutnya di jarak 200 li dari kota. Mengapa demikian? Jawabannya hanya satu. Karena mereka semua merasa bahwa Liu Bei adalah pahlawan.

Lalu apakah buktinya Liu Bei adalah pahlawan? Pertama, Liu Bei memiliki tekad seorang pahlawan. Ini terlihat saat Liu Bei bergabung dengan Liu Biao dan sedang membahas tentang pahlawan, ada seorang bernama Xu Si yang menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Chen Deng. Menurutnya Chen Deng adalah seorang yang tak tahu tata krama. Saat ia ke Xiapi mengunjungi Chen Deng, Chen Deng sama sekali tidak berbicara dengannya, dan akhirnya ia tidur di ranjang besar, dan menyuruh saya tidur di ranjang yang kecil. Liu Bei menanggapi, “Kenapa bisa demikian? Karena Anda Xu Si adalah seorang pejabat istana, seharusnya memikirkan negara, bagaimana agar negara bersatu kembali. Namun apa yang Anda lakukan, Anda hanya beli sawah dan rumah untuk kepentingan sendiri. Tentu saja Chen Deng tidak suka dengan orang seperti ini. Kalau saja Anda yang bertemu saya, saya malah akan tidur di ruang atas, dan suruh Anda tidur di lantai!” Ini juga menunjukkan hal kedua, bahwa Liu Bei memiliki energi seorang pahlawan. Dan ketiga, Liu Bei memiliki roh seorang pahlawan. Kita tahu bahwa Liu Bei di bagian paruh pertama hidupnya sangatlah menderita. Ia berpindah majikan kesana kemari, dan menelan banyak kegagalan. Seandainya saja apa yang dialami Liu Bei dialami oleh orang lain, mungkin orang lain itu bisa jadi akan bunuh diri. Namun sebaliknya kita tak pernah melihat Liu Bei mengeluh atas apa yang dialaminya itu. Liu Bei malah terus berusaha. Keempat, Liu Bei memiliki integritas seorang pahlawan. Contoh paling klasik adalah hubungan Liu Bei dengan Guan Yu dan Zhang Fei, yang setia seumur hidup kepada Liu Bei.

Liu Bei adalah pahlawan. Guan Yu dan Zhang Fei semuanya melihat hal ini. Dan belakangan, Zhuge Liang juga melihat hal ini. Maka apabila Cao Cao tidak bisa melihat hal ini? Sangat tidak masuk akal. Maka seharusnya Cao Cao juga mengetahui kalau Liu Bei adalah pahlawan. Namun masalahnya, mengetahui apakah juga berarti harus diutarakan? Menurut prof. Yi, kita sekarang hanya bisa menerka-nerka alasannya. Perkiraan pertama, Cao Cao adalah orang yang emosinya belum mantap. Mungkin saja waktu itu terlalu banyak minum arak, tidak hati-hati sehingga mengatakan hal yang seharusnya tidak dikatakan. Perkiraan kedua, Cao Cao memang sengaja mengutarakannya, untuk mengetahui apa tindakan Liu Bei selanjutnya. Lalu kenapa Cao Cao melepaskan Liu Bei pergi? Ini juga hanya bisa dikira-kira. Perkiraan pertama, Cao Cao waktu itu belumlah seorang jianxiong (pahlawan yang licik). Kedua, Cao Cao waktu itu masih harus menjaga sikap mau menerima orang. Jika ia membunuh Liu Bei, apa kata dunia? Orang mungkin tidak akan sudi lagi bergabung dengannya. Ketiga, juga merupakan kemungkinan yang paling besar, adalah karena Cao Cao melihat Liu Bei tidak memiliki basis wilayah dan pasukan. Sehingga seorang pahlawan tanpa wilayah kekuasaan, bisa dianggap bukan pahlawan.

Zhuge LiangNamun yang sama sekali tidak disangka oleh Cao Cao, atau bahkan mungkin tidak disangka oleh Liu Bei sendiri, delapan tahun setelah qingmeizhujiu, ada seorang politisi besar yang keluar dari hutan pegunungan, menjadi penasehat utama Liu Bei. Saat inilah Liu Bei benar-benar mendapatkan energi baru, sebab orang inilah yang membantu Liu Bei mendapatkan basis kekuasaannya. Liu Bei tidak hanya memiliki tanah kekuasaan, bahkan wilayah ini kian hari kian besar. Hingga bersama Cao Cao dan Sun Quan, pada akhirnya menuju ke terbentuknya tiga negara/sanguo. Kita semua tahu orang ini, dia adalah Zhuge Liang. Dan yang paling tidak disangka lagi adalah pada tahun yang sama dengan keluarnya Zhuge Liang dari gunung, penasehat Cao Cao, Guo Jia, meninggal dunia. Zhuge Liang turun gunung, kita semua sudah tahu betapa pentingnya bagi Liu Bei. Tetapi Guo Jia, apakah sebegitu pentingnya? Kita akan lihat di episode selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.