Wu Zetian, Monarki Wanita Pertama Tiongkok

Wu Zetian, Monarki Wanita Pertama Tiongkok

Wu Zetian (624-705 M) adalah seorang politikus wanita luar biasa dalam sejarah Tiongkok.

Pada usia 14 tahun, ia dibawa ke istana kaisar oleh Kaisar Taizong sebagai selir. Setelah Kaisar Taizong meninggal, ia dikirim ke sebuah kuil, dan menjadi biarawati. Kaisar Gaozong, putra dari Kaisar Taizong, sangat suka dengan Wu Zetian ketika ia masih menjadi putra mahkota. Maka dua tahun setelah ia mewarisi tahta, ia memanggil Wu Zetian kembali ke istana. Lalu ia mengangkat Wu Zetian sebagai permaisuri.

Wu Zetian segera terlibat dalam urusan kenegaraan dan intrik istana, termasuk dalam menyingkirkan para pejabat yang melawannya. Gaozong, yang kondisi kesehatannya tidak terlalu baik, seringkali menyuruh Wu Zetian menangani tugas-tugasnya. Saat itu, Kaisar Gaozong dan Wu Zetian disebut sebagai “Dua Santo” oleh rakyat, yang berarti bahwa mereka memiliki dua orang kaisar.

Saat Kaisar Gaozong meninggal pada tahun 683, Wu Zetian memimpin negara selaku Permaisuri. Tahun 690, Wu Zetian mengubah nama dinasti menjadi Zhou, dan menjadi kaisar. Ia meneruskan politik mengembangkan produksi yang digagas oleh Kaisar Taizong. Ia juga melawan protokol, dengan mengangkat banyak orang-orang berbakat khususnya anggota dari klannya sendiri. Ia adalah seorang pemeluk agama Budha yang taat, dan menghabiskan banyak uang untuk membangun kuil-kuil. Pada akhirnya, Wu Zetian dipaksa oleh para menteri seniornya untuk menyerahkan kekuasaan ke putranya, dan negara kembali kepada kendali Dinasti Tang.

(Diterjemahkan dari Chinese Language and Culture Education Online)

Photo credit: 瓜蛋 / VisualHunt.com / CC BY-SA

Leave a Reply

Your email address will not be published.