Tata Krama Menggunakan Sumpit

Tata Krama Menggunakan Sumpit

Bagaimana seharusnya kita menggunakan sumpit?

Orang Tiongkok makan menggunakan sumpit merupakan tradisi yang dimulai sejak zaman purba. Di zaman kuno, sumpit disebut zhu (箸), dan dalam penggunaannya sehari-hari, tidak boleh sembarangan.

Pada umumnya saat kita menggunakan sumpit, cara yang benar adalah dengan tangan kanan memegang sumpit, ibu jari dan jari telunjuk menjepit bagian atas sumpit, dan ketiga jari yang lain membengkok dengan alami menahan sumpit. Kedua bagian sumpit haruslah serasi. Dalam penggunaannya, sebelum makan, sumpit harus diletakkan dengan rapi di bagian kanan mangkuk. Setelah makan, harus diletakkan dengan rapi di tengah-tengah mangkuk. Namun sama sekali tidak boleh menggunakan sempit dengan cara berikut ini:

1. Tiga Panjang Dua Pendek

Ini artinya di saat kita makan atau sebelum makan, meletakkan sumpit dengan panjang yang tidak sama di atas meja. Hal ini dianggap tabu, dan biasanya disebut “tiga panjang dua pendek”. Maksudnya adalah “mati”. Sebab orang Tiongkok dulu menganggap orang setelah mati harus dimasukkan ke dalam peti mati, dan saat dimasukkan dan peti belum ditutup, bagian penyusun peti mati depan dan belakangnya adalah dua buah papan kayu pendek, kedua sisinya plus bagian dasar adalah tiga buah papan kayu panjang. Kelima papan kayu ini apabila digabungkan menjadi peti mati menjadi tiga panjang dan dua pendek. Sehingga hal ini dianggap tabu.

2. Orang Sakti Menunjukkan Jalan

Cara ini sangat tidak bisa diterima. Yakni menjepit sumpit dengan menggunakan ibu jari dan jari tengah, jari manis, jentik, sedangkan jari telunjuk dijulurkan. Ini di mata orang Tiongkok dinamakan “memaki jalan”. Sebab makan sambil menjulurkan jari telunjuk, menandakan tidak henti-hentinya menunjuk orang lain. Menunjuk orang lain dengan jari telunjuk umumnya mengandung arti menyalahkan. Maka, makan dengan sumpit sambil menunjuk orang lain, ini bagaikan memaki orang lain, tentu tidak diperbolehkan. Demikian pula dengan makan sambil bercakap-cakap dengan orang lain lalu menggunakan sumpit untuk menunjuk orang, ini memiliki arti yang sama.

3. Menikmati Sumpit Mengeluarkan Suara

Tindakan ini juga tidak diperkenankan. Yakni mengulum sumpit dalam mulut, dan menghisap-hisapnya, sambil mengeluarkan bunyi. Perbuatan ini dianggap sebagai perbuatan yang teramat rendah. Sebab makan sambil menghisap sumpit pada dasarnya adalah perbuatan tak sopan, apalagi dengan mengeluarkan suara, lebih membuat orang jengkel. Sehingga biasanya orang yang melakukan hal ini akan dianggap tidak diajar tata krama dalam keluarganya.

4. Memukul Mangkuk Mengetuk Cawan

Perbuatan ini dipandang seperti pengemis yang sedang meminta-minta makanan. Yakni memukul-mukul mangkuk dengan sumpit saat makan. Karena dulu hanya pengemis saja yang memukul mangkuk dengan sumpit pertanda minta-minta makanan, yang ditambah lagi dengan suara memelas dari mulutnya, agar orang iba dan memberikan derma kepadanya. Perbuatan ini dianggap sebagai perbuatan rendah, tidak disukai orang.

5. Membawa Sumpit Patroli Kota

Perbuatan ini adalah membawa sumpit, seolah di sekitarnya tidak ada orang, dengan sumpitnya mengitari masakan di atas meja, hendak mencari posisi dari mana sebaiknya mengambil makanan. Perbuatan ini adalah perbuatan tidak tahu aturan, congkak, sehingga dihindari orang.

6. Dengan Sumpit Menggali Kuburan

Ini berarti mengorek-ngorek makanan di tengah meja dengan sumpit, untuk mencari bagian yang diinginkan. Ini bagaikan perampok kuburan sedang menggali kubur. Perbuatan ini mirip dengan “membawa sumpit patroli kota”, merupakan perbuatan yang kurang ajar, tidak disukai orang.

7. Air Mata Sumpit Menetes

Ini sebenarnya adalah saat mengambil makanan dengan sumpit untuk dimasukkan ke dalam mangkuk sendiri, tangan kita kurang mantap, sehingga masakan jatuh ke piring masakan lain atau jatuh di atas meja. Perbuatan ini dianggap tidak tahu aturan, juga tidak boleh dilakukan.

8. Membalikkan Dunia

Ini maksudnya menggunakan sumpit secara terbalik. Perbuatan ini sangat tidak disukai orang, karena seperti orang kelaparan, tak peduli sopan santun.

9. Jarum Dewa Meredakan Samudra

Ketika makan, memakai satu batang sumpit untuk mencari makanan dalam piring, tidak diperbolehkan. Ini sama saja dengan menghina orang yang makan semeja dengan kita. Tindakan ini sama dengan mengacungkan jari tengah kepada orang lain di budaya Barat.

10. Mempersembahkan Hio di Hadapan Orang Banyak

Ada orang yang sebenarnya bermaksud baik mengambilkan makanan untuk orang lain, dan untuk kepraktisan, ia menggunakan satu batang sumpit ditusukkan pada makanan kemudian dioperkan kepada orang tersebut. Ini dianggap tindakan yang tidak hormat, karena dalam tradisi Tiongkok, ini adalah hal yang dilakukan saat mempersembahkan hio. Jadi bagaikan memberikan hio kepada orang mati. Maka menancapkan sumpit ke dalam mangkuk tidaklah sopan.

11. Menyilang Membentuk Huruf Shi

Hal ini biasanya tidak diperhatikan orang. Yakni saat makan dengan sumpit, menyilangkan sumpit di atas meja dengan sembarangan. Ini tidak boleh, karena biasanya dianggap membentuk tanda silang di atas meja makan, berarti menyalahkan semua orang di meja makan itu. Seperti seorang murid membuat kesalahan di buku PRnya, lalu guru memberi tanda silang di sana. Selain itu, perbuatan ini juga tidak menghormati diri sendiri, karena di pengadilan zaman dulu, menorehkan tanda silang berarti mengakui diri sendiri bersalah.

12. Mendarat Mengagetkan Dewa

“Mendarat mengagetkan dewa” berarti menjatuhkan sumpit ke lantai. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak sopan. Karena menurut orang Tiongkok, leluhur yang sudah meninggal semuanya tidur di bawah tanah, jadi tidak boleh diganggu. Sumpit yang jatuh ke lantai akan mengagetkan leluhur di bawah tanah. Ini dipandang tidak berbakti, sehingga tidak diperkenankan. Namun ada cara mengakalinya, jadi saat sumpit kita jatuh ke lantai, kita harus segera menggambar huruf shi (十) di lantai menggunakan sumpit tersebut, sesuai arah kita duduk. Arahnya adalah horizontal dulu baru vertikal. Ini berarti saya tidak seharusnya mengagetkan leluhur, lalu mengangkat sumpit sambil berucap saya seharusnya mati.

12 hal di atas adalah hal yang tabu dalam penggunaan sumpit, merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk sopan santun, mengerti cara menggunakan sumpit, akan menjadikan orang lain memandang kita sebagai orang yang berbudaya luhur.

(Diterjemahkan dari Overseas Chinese Language and Culture Education Online)

Photo credit: Ana Guisado via VisualHunt.com / CC BY-NC-ND

Leave a Reply

Your email address will not be published.