“Bertempur Memunggungi Sungai” dan Han Xin

“Bertempur Memunggungi Sungai” dan Han Xin

Tahun 204 M, raja Han, Liu Bang mengikuti strategi panglimanya, Han Xin, untuk menyatukan negara, terlebih dulu menduduki Guanzhong, setelah itu menyeberangi sungai Kuning di timur mengalahkan raja Bao dari Wei. Selanjutnya bersiap-siap menuju ke timur untuk menyerang raja Xie dari Zhao.

Raja Xie dari Zhao bersama panglimanya, Chen Yu, memimpin 200.000 prajurit, berkumpul di jalur masuk Jingxing, bersiap menghadapi pasukan Han. Di saat ini, penasehat Zhao, Li Zuoche, menyusun strategi: memanfaatkan jalur Jingxing yang strategis, menempatkan sebagian pasukan untuk menyumbat jalan masuk Jingxing. Kemudian menempatkan pasukan yang lain mengambil jalan pintas, untuk memotong jalur pasokan makanan tentara Han. Dengan demikian pasukan Han tidak dapat memperoleh bantuan. Namun saran Li Zuoche ini tidak diterima oleh raja Zhao. Pasukan Zhao dengan mengandalkan jumlahnya yang besar, bersikeras hendak dihadapkan dengan tentara Han secara frontal.

Han Xin sangat gembira setelah melalui intelnya mengetahui bahwa strategi Li Zuoche tidak dilaksanakan. Ia pun memerintahkan pasukannya untuk berkemah di jarak 30 km dari jalur Jingxing. Saat larut malam, Han Xin memerintahkan pasukan terlebih dulu makan sedikit untuk sekedar mengisi perut. Kemudian ia memberitahu mereka bahwa nanti setelah menang perang, ia akan mengadakan pesta besar bagi mereka. Setelah itu, ia mengirim 2.000 prajurit berkuda ringan membawa bendera Han warna merah, menyelinap dan menunggu di balik perkemahan Zhao. Mereka harus menunggu tentara Zhao keluar dari sarangnya, untuk menyusup ke dalam perkemahan dan mengganti seluruh bendera Zhao dengan bendera Han. Han Xin juga mengirim 10.000 prajurit menjadi ujung tombak, menyisir tepi sungai, berderet dan memancing tentara Zhao keluar.

Saat hari hampir terang, Han Xin dengan tiba-tiba memimpin pasukan menyerang tentara Zhao. Kedua pihak bertempur dengan hebatnya. Tak lama, pasukan Han berpura-pura mundur, menuju ke tepi sungai. Pasukan Zhao melihat hal ini, terus mengejar dan semua pasukan keluar dari perkemahan. Han Xin mengirim pasukan utamanya untuk menangkal serangan tersebut. Mereka dengan memunggungi sungai, melihat tentara musuh datang bergelombang-gelombang, sedangkan diri sendiri tidak ada jalan melarikan diri, tak ayal mereka pun berperang dengan beraninya. Sementara pasukan Zhao yang tidak berhasil juga mengalahkan tentara Han Xin, akhirnya mundur. Saat mereka hendak kembali ke perkemahan, baru menyadari bahwa perkemahan mereka telah penuh dengan bendera Han. Seketika itu, hati mereka menjadi kacau, dan banyak yang melarikan diri. Tentara Han menggunakan kesempatan ini untuk menyerang dari depan dan belakang, dan mengalahkan tentara Zhao.

Penjelasan idiom bei shui yi zhan / berperang memunggungi sungai: bertempur dengan punggung bersandar pada sungai, tidak ada jalan mundur. Berarti bertempur sampai mati.

Peristiwa ini tercatat di buku Shi Ji, yang mengatakan bahwa tentara Han Xin menyerang Zhao, menerobos jalur Jingxing, memerintahkan pasukan berbaris di sepanjang sungai besar, bertempur dengan musuh. Han Xin menghadapi pasukan musuh yang besar, dalam kondisi tak ada jalan mundur, dengan sekuat tenaga dan tekad bulat bertempur, akhirnya berhasil mengalahkan pasukan Zhao.

Leave a Reply

Your email address will not be published.