Raja Wu Menyerang Raja Zhou

Di masa-masa akhir dinasti Shang, pemerintahan mengalami kekacauan. Raja terakhir adalah raja Zhou. Dia hanya mengerti kenikmatan duniawi, sama sekali tidak mempedulikan rakyat, adalah raja yang sangat kejam. Raja Zhou di ibukota bagian utara memelihara binatang-binatang unik yang dikirim dari berbagai tempat, di ibukota bagian selatan membangun Lu tai, sebagai tempat menyimpan berbagai barang berharga. Ia juga membangun “kolam arak”, di dalamnya diisi berbagai arak berkualitas. Selain itu juga membuat “hutan daging”, di dalamnya tergantung banyak daging matang yang harum baunya.

Raja Zhou bersama dengan para selir dan menterinya bersenang-senang di dalam “kolam arak” dan “hutan daging” tiap hari. Ia membangun lumbung yang sangat besar, diisi dengan makanan yang dirampas dari berbagai wilayah negara. Ia juga menciptakan banyak cara penghukuman yang kejam, di antaranya “paoluo zhi xing”, yaitu meletakkan balok tembaga yang diolesi minyak di atas bara api, lalu memaksa orang yang dihukum berjalan di atasnya. Orang yang dihukum ini tidak dapat menyeimbangkan diri, maka jatuhlah ia ke dalam bara api itu.

Raja Zhou tidak mendengar nasehat semua orang. Pamannya, Bigan, karena memberi nasehat kepadanya malah dihukum mati. Menteri yang lain menaslah negara bagian Shang. Raja negara Zhou, Wen, bertekad mengatur negaranya dengan baik, memajukan pertanian, merekrut orang-orang berbakat. Lushangehati dia bahwa hal ini akan menghancurkan negara. Raja Zhou malah menjawab, hidupnya dijaga oleh langit, siapa pun tidak dapat berbuat macam-macam kepadanya!

Waktu itu, negara Zhou di wilayah Weishui berkembang dengan pesat. Negara Zhou awalnya ada(biasa disebut Jiang Taigong) adalah salah seorang yang ditemukannya. Lushang membantu raja Wen mengatur pemerintahan dan militer, membuat kehidupan rakyat makmur, terus memperluas negara, sehingga negara Zhou makin lama makin kuat.

Pertengahan abad 11 SM, setelah raja Wen meninggal, anaknya melanjutkan tahta, ia adalah raja Wu. Raja Wu mendapat bantuan dari Lushang dan Shudan(yaitu Zhou Gongdan), maka negara sangat makmur. Pada waktu itulah, pemerintahan dinasti Shang semakin memburuk. Raja Wu bergabung dengan klan di barat dan selatan, menyerang raja Zhou. Kedua belah pihak berperang di Muye(sekarang di wilayah propinsi Henan). Tentara dinasti Shang sebagian besar adalah budak, mereka sangat membenci raja Zhou, malah memberontak kepada raja Zhou, sehingga tentara negara Zhou berhasil memasuki ibukota. Raja Zhou pun membakar dirinya sendiri. Dinasti Shang akhirnya musnah.

Raja Wu mendapatkan dukungan tiap-tiap klan dan negara bagian. Maka di tahun 1045 SM, ia mendirikan dinasti Zhou, menetapkan Haojing(sekarang di sebelah barat daya Xi’an) sebagai ibukota, sejarah menyebut dinasti ini sebagai Zhou Barat.

(Diterjemahkan dari Overseas Chinese Language and Culture Education Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published.