Jalan Sutra (The Silk Road)

Di masa dinasti Han, Tiongkok melalui “Jalan Sutra” membangun relasi yang luas dengan para penduduk di luar negeri. Dibukanya jalur ini, adalah atas andil besar dari Zhang Qian.

Pada waktu pemerintahan Han Wudi, suku Xiong Nu di utara seringkali mengancam perbatasan. Mereka juga berhasil menguasai beberapa puluh negara kecil di daerah barat. Tahun 138 SM, Han Wudi mengutus Zhang Qian membawa 100 lebih orang menuju daerah barat, menghubungi Dayuezhi, untuk bersiap mengepung Xiong Nu dari dua sisi. Namun tak disangka, baru saja keluar perbatasan, Zhang Qian ditangkap oleh Xiong Nu. Saat ia dipenjarakan, ia belajar bahasa Xiong Nu, serta geografi daerah Xiong Nu. 10 tahun lebih kemudian, Zhang Qian melarikan diri, dan menemukan Dayuezhi yang sudah pindah ke barat. Zhang Qian di daerah itu tinggal selama satu tahun, mengakrabkan diri dengan lingkungan daerah barat. Akhirnya, mengetahui bahwa Dayuezhi tidak ingin membalas dendam, Zhang Qian memutuskan kembali ke Tiongkok. Waktu itu anak buahnya yang semula berjumlah 100 lebih orang, hanya tinggal dua orang, kembali ke ibukota Chang’an.

Tahun 119 SM, Han Wudi sekali lagi mengutus Zhang Qian ke daerah barat. Kali ini ia membawa pengikut sejumlah 300 lebih orang, dengan membawa pula ribuan ternak sapi dan kambing serta barang-barang lain. Mereka mengunjungi banyak negara, negara-negara ini juga mengirim utusan menuju Tiongkok dengan membawa benda-benda berharga. Sejak itulah, dinasti Han dan daerah barat semakin sering berhubungan. Belakangan, pemerintah Han juga mendirikan garis pertahanan di daerah barat, yang saat ini berada di daerah Xinjiang.

Setelah Zhang Qian berkunjung ke negara barat, dimulailah “Jalan Sutra” antara Tiongkok dan wilayah barat. “Jalur Sutra” bermula dari Chang’an, terus ke barat sampai ke tepi timur Laut Tengah, kemudian belok sampai ke kerajaan Romawi. Rombongan pedagang Han membawa benda-benda sutra dalam jumlah besar, melakukan perdagangan dengan pedagang Persia, India, Yunani. Dalam waktu bersamaan, mereka juga membawa pulang walnut, anggur, wortel dan lain-lain dari luar negeri. Sejak itu, selama berabad-abad lamanya, perdagangan yang melibatkan Tiongkok dan barat utamanya perdagangan sutra, kebanyakan melewati “Jalur Sutra”.

(Diterjemahkan dari Overseas Chinese Language and Culture Education Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published.