Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (07 – 深谋远虑/Strategi Mendalam dan Jangka Panjang)

Pembahasan Tiga Negara oleh Yi Zhongtian (07 – 深谋远虑/Strategi Mendalam dan Jangka Panjang)

Di episode yang lalu, prof. Yi telah menjelaskan bagaimana Dong Zhuo, Yuan Shao dan Yuan Shu memperlakukan kaisar dengan salah, yang mengakibatkan kegagalan. Dong Zhuo mengganti kaisar, Yuan Shao hendak mengangkat kaisar lain, dan Yuan Shu mengangkat diri sendiri sebagai kaisar.

Cao Cao tidak sama dengan mereka. Cao Cao memiliki kejelian dan strategi yang lebih terencana. Cao Cao tidak mengganti kaisar, tetapi menggunakan kaisar yang sekarang berkuasa, untuk memerintah para pemimpin negara bagian. Ini yang kemudian dikenal sebagai “挟天子以令诸侯“(xie tianzi yi ling zhuhou, menguasai kaisar untuk mengatur para pemimpin). Prof. Yi mengatakan bahwa istilah ini bisa diperdebatkan. Cao Cao sendiri, maupun para bawahannya, tidak pernah mengucapkan istilah ini.

Istilah “xie tianzi yi ling zhuhou” hanya diucapkan oleh orang lain. Misalnya, Zhuge Liang, ia berkata: “xie tianzi er ling zhuhou”. Kemudian pernah juga salah satu penasehat Yuan Shao, bernama Ju Shou juga mengucapkan kalimat yang sama. Usulan Ju Shou ini ditolak oleh penasehat Yuan Shao yang lain, karena mereka semua menganggap kaisar yang ada saat itu adalah kaisar yang tidak berguna, jika dibawa ke kubu Yuan Shao, untuk apa? Untuk menentukan keputusan kah? Jika ya, maka buat apa harus membawa kaisar ke sana? Jika tidak, dan keputusan kelompok Yuan Shao berbeda dengan keputusan kaisar, bukankah itu melanggar aturan? Maka usulan Ju Shou ini ditolak. Yuan Shao sendiri juga bimbang.

Di tengah kebimbangan Yuan Shao ini, Cao Cao akhirnya berhasil maju selangkah lebih cepat. Kaisar Han Xiandi waktu itu setelah meninggalnya Dong Zhuo, harus menempuh jalan kembali ke Luoyang, namun setiba di Luoyang, Luoyang telah menjadi puing-puing. Di waktu susah seperti ini, Cao Cao menjemput kaisar dan membawanya ke wilayah kekuasaannya sendiri di Xuxian. Memberikan tempat singgasana bagi kaisar di sana. Dengan segala tata krama yang sesuai, memberikan pelayanan yang terbaik bagi kaisar.

Yang paling membuat kaisar terharu adalah, Cao Cao memberikan barang-barang keperluan sehari-hari kepada kaisar, salah satunya baskom untuk mencuci muka. Cao Cao berkata bahwa barang tersebut diberikan oleh istana kepada kakek dan ayahnya, di rumah tidak pernah berani untuk dipakai. Sekarang sudah waktunya barang tersebut dikembalikan kepada kaisar. Prof. Yi menilai tindakan Cao Cao ini sangat brilian. Waktu kita menolong orang, yang paling penting adalah jangan sampai orang yang kita tolong itu tahu kita sedang menolongnya. Jangan sampai dia merasa berhutang budi kepada kita. Dan Cao Cao melakukan hal ini dengan begitu anggunnya. Cao Cao tidak mengatakan, “memberi kepada kaisar”, tetapi “mengembalikan kepada kaisar”. Maka kaisar sangat terharu terhadap budi Cao Cao.

Prof. Yi kemudian balik membahas Yuan Shao. Ia menilai Yuan Shao sebagai orang yang selalu lambat bereaksi, apalagi dibandingkan Cao Cao. Setelah Cao Cao menjemput dan menyambut kaisar, Yuan Shao baru sadar dan hendak melakukan hal yang sama, membawa kaisar ke daerah kekuasaannya. Bagaimana tanggapan Cao Cao? Cao Cao menulis surat atas nama kaisar, mengkritik habis Yuan Shao yang tidak mempedulikan nasib kaisar ketika kaisar sedang terlunta-lunta di perjalanan. Karena surat ini atas nama kaisar, Yuan Shao pun terpaksa menulis surat permintaan maaf. Dia malah menanggung kerugian. Sebaliknya, Cao Cao sekarang telah mendapatkan panji keadilan yaitu kaisar, yang memungkinkan apa pun yang ia perbuat terlihat benar, karena berada di bawah panji kaisar, mengatasnamakan kaisar. Yang terpenting adalah Cao Cao berhasil membuat posisi diri sangat kuat di dalam percaturan politik. Bahkan belakangan di kala Zhuge Liang bersama Liu Bei melakukan pembicaraan strategis yang terkenal dengan nama Long Zhong Dui, Zhuge Liang sendiri pun harus mengakui, bahwa tindakan Cao Cao ini adalah hal yang tidak bisa dilawan.

Prof. Yi kemudian membahas perbedaan usulan Mao Jie yang sudah disebutkan dalam episode terdahulu, dan usulan Ju Shou di atas. Dilihat dari perkataannya, kedua usulan ini sangat mirip. Tetapi ada perbedaan kata yang memperlihatkan kejeniusan Mao Jie. Perbedaan terletak pada kata xie yang digunakan oleh Ju Shou, dan kata feng yang digunakan oleh Mao Jie. Feng berarti menghormati, melindungi. Xie berarti memanfaatkan(konotasi negatif). Ide Mao Jie adalah bukan memanfaatkan kaisar, tetapi melindungi kaisar.

Lalu apa sebenarnya motivasi Cao Cao di balik menyambut dan membawa kaisar ke Xuxian? Kita sekarang tidak bisa memastikan pikiran Cao Cao waktu itu. Tetapi kalangan penasehat Cao Cao, setuju untuk melindungi kaisar. Salah satunya adalah Xun Yu. Xun Yu adalah salah satu dari lima penasehat terbesar Cao Cao di masa-masa awal. Keempat orang lainnya adalah: Guo Jia, Xun You, Jia Xu dan Cheng Yu. Xun Yu pernah berdialog dengan Cao Cao. Xun Yu mengungkapkan pandangannya yaitu, melindungi kaisar adalah salah satu panji keadilan. Kedua, Xun Yu berkata bahwa Cao Cao sendiri adalah seorang yang berkeadilan. Ia menceritakan dulu ketika melawan Dong Zhuo, Cao Cao lah yang menjadi pasukan terdepan. Cao Cao lah yang terlebih dulu pergi menyerbu Dong Zhuo di kala pasukan Guan dong sedang stagnan. Cao Cao menyambut dan membawa kaisar ke Xuxian, ini membuktikan bahwa Cao Cao melindungi kaisar, melindungi kejayaan dinasti Han. Maka tindakan melindungi kaisar harus dilaksanakan dengan segera. Xun Yu kemudian mencetuskan tiga pemikiran:

  1. Menghormati kaisar untuk selaras dengan hati rakyat.
  2. Mengutamakan kepentingan umum untuk mengendalikan para pimpinan negara bagian.
  3. Menyebarkan panji keadilan untuk merekrut para pahlawan.

Jika kita membandingkan pemikiran Xun Yu ini dengan pemikiran Ju Shou, maka kita bisa melihat bedanya bahwa Xun Yu sering kali menyebut ‘keadilan’, sedangkan Ju Shou sering menyebut ‘keuntungan’. Xun Yu berkata bahwa melindungi kaisar adalah keadilan terbesar. Sedangkan Ju Shou berkata bahwa memanfaatkan kaisar adalah keuntungan terbesar. Maka kita bisa melihat bahwa Yuan Shao adalah orang yang berorientasi kepada keuntungan, sedangkan Cao Cao adalah orang yang berorientasi kepada keadilan. Ini paling tidak pada tahun 196 waktu itu, Cao Cao masih berorientasi pada keadilan. Usulan Xun Yu dan Mao Jie untuk melindungi kaisar adalah untuk menjaga negara tetap satu, tidak terpecah-belah. Tapi kita tetap tidak bisa menganggap usulan kedua orang ini sama dengan yang ada di pikiran Cao Cao. Usulan ini bagaikan memberikan sebuah topi kepada Cao Cao, membatasi Cao Cao agar tidak memuaskan nafsu kekuasaan, terlebih usulan Xun Yu.

Menurut prof. Yi sendiri, Cao Cao waktu itu sedang berada di masa transisi, dari seorang pemuda yang membara semangat kepahlawanannya menuju ke kedewasaan. Prof. Yi masih menganggap Cao Cao waktu itu belum menjadi pahlawan licik, masih seorang pahlawan sebenarnya, yang mengutamakan kesatuan negara. Dia melindungi kaisar, karena kaisar di waktu itu adalah simbol persatuan negara.

Prof. Yi juga menambahkan, jika kita berkata Cao Cao waktu itu sama sekali tidak punya nafsu pribadi, tentunya tidak sepenuhnya benar. Dengan kekuasaan yang semakin bertambah, nafsu kekuasaan pribadi akan semakin besar. Maka diperkirakan belakangan Cao Cao semakin bersifat diktator, dan tidak lagi menganggap kaisar sebagai kaisar. Ini terbukti dengan adanya peristiwa ‘mandat di dalam sabuk’ yang melibatkan Dong Cheng serta juga Liu Bei. Konon Dong Cheng menerima perintah di dalam sabuk dari kaisar, untuk membunuh Cao Cao. Rencana membunuh Cao Cao ini tidak berhasil, mengakibatkan Dong Cheng sekeluarga harus dibunuh, dan Liu Bei kabur terbirit-birit. Peristiwa ini di dalam novelnya (Romance of the Three Kingdoms), dibesar-besarkan, karena novel meletakkan Cao Cao dalam posisi antagonis. Namun paling tidak kita bisa tahu dua hal dari peristiwa ini. Pertama, kaisar masih memiliki kuasa. Orang dapat melakukan sesuatu berdasarkan mandat dari kaisar. Baik itu untuk membunuh Cao Cao, maupun dari pihak Cao Cao sendiri untuk melenyapkan pengkhianat. Jadi bisa dibilang, kaisar masih ada gunanya. Kedua, peristiwa ini mengindikasikan bahwa saat itu nafsu kekuasaan Cao Cao sudah semakin besar, sudah tidak lagi sepenuhnya melindungi kaisar.

Peristiwa ini juga yang belakangan memberikan cap kepada  Cao Cao bahwa ia melakukan xie(memanfaatkan) terhadap kaisar, bukan lagi feng(melindungi) kaisar. Tetapi baik memanfaatkan maupun melindungi, kedua-duanya bagi Cao Cao tidaklah berlawanan. Ia juga melindungi, juga memanfaatkan. Cao Cao mendapatkan modal politik dan modal sumber daya manusia. Ia berhasil menarik banyak orang cakap ke pihaknya dengan memanfaatkan panji kaisar. Cao Cao melindungi kaisar, sekaligus dalam waktu yang sama memanfaatkan kaisar untuk menjalankan ambisinya sendiri. Berhasilkah Cao Cao? Akan dibahas di episode selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.