Reformasi Shang Yang

361 SM, raja Qin yang baru, raja Xiao, bertahta sebagai raja. Ia memutuskan untuk memperkuat negaranya, maka memberikan perintah, bahwa siapa yang bisa membuat negara Qin menjadi kuat, dapat menjadi pejabat. Shang Yang berasal dari negara Wei, ia mendengar berita ini, lalu datang ke negara Qin. Shang Yang dan raja Xiao mendiskusikan urusan negara, berlangsung selama beberapa hari beberapa malam. Raja Xiao sangat setuju dengan usulan Shang Yang. 356 SM, raja Xiao menugaskan Shang Yang memulai proses reformasi. Shang Yang menyusun rumusan reformasi ini, namun was-was apakah rakyat mau percaya kepadanya. Sehingga ia mengutus orang memasang batang kayu yang sangat tinggi di gerbang selatan ibukota. Lalu ia berkata, siapa yang mampu memindahkan kayu ini ke gerbang utara, akan dihadiahi 10 potong emas. Banyak orang mengira hal ini lelucon belaka. Shang Yang mengetahui kalau rakyat tidak percaya kepadanya, maka menambah hadiah menjadi 50 potong emas. Orang-orang di dekat kayu itu berada mulai membicarakan hal ini. Akhirnya ada satu orang memikul kayu itu, terus membawanya ke gerbang utara. Shang Yang benar-benar memberikan 50 potong emas kepada orang itu. Hal ini menggemparkan negara Qin. Shang Yang adalah orang yang menepati janjinya, mendapat kepercayaan masyarakat. Maka mulailah Shang Yang menerapkan reformasi di negara itu. Reformasi Shang Yang seluruhnya dilaksanakan dua kali, inti dari reformasi ini ialah:

  1. Menghapuskan sistem ‘sumur-sawah’, menghapuskan batasan tanah di masa lalu. Sekarang negara mengakui tanah milik pribadi, memperbolehkan jual-beli secara bebas.
  2. Bebas kerja rodi bagi rakyat yang bisa memproduksi sandang dan pangan dalam jumlah besar. Di dalam masa perang, bila jasa militer semakin besar, maka gelar jabatan yang diberikan juga makin tinggi, tanah dan rumah yang diberikan juga makin banyak. Bangsawan lama yang tidak punya jasa militer, tidak bisa menikmati hak khusus.
  3. Menetapkan 31 kabupaten di seluruh negara, yang dipimpin oleh pejabat yang diutus langsung oleh raja.

Peraturan ini ketika mulai diterapkan, ditentang dengan keras oleh kaum bangsawan lama. Dua orang guru dari putra mahkota memprovokasi putra mahkota untuk melawan reformasi ini.  Shang Yang menghukum dua orang guru itu, yang satu dipotong hidungnya, yang lain mukanya digores huruf. Dengan demikian, semua pun tidak berani melawan. Melalui reformasi Shang Yang, ekonomi negara Qin berkembang, kekuatan militer semakin kuat, menjadi negara paling kuat di masa akhir Zhanguo.

(Diterjemahkan oleh Overseas Chinese Language and Culture Education Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published.